Menghina Tuhan

Oleh : Luthfi Wildani

menghina Tuhan

source : http://sp.beritasatu.com/

Banyak sekali fenomena berseliweran di media sosial yang menurut sebagian besar orang sudah masuk ke dalam kategori penistaan agama, melecehkan simbol-simbol agama tertentu, bahkan sampai pada tingkat menghina Tuhan. Penulis secara pribadi melihat fenomena semacam ini adalah serentetan dari sebuah aksi-reaksi atau mungkin bisa disebut sebab-akibat. Kenapa bisa demikian? Karena label “Islam” sekarang sedang laku keras di pasaran. Semua orang merasa berhak untuk menggunakan label “Islam” untuk mempermulus ‘dagangan’ mereka.

Continue reading →

Menjadi Manusia Seutuhnya

 

 

Oleh : Luthfi Wildani

menjadi manusia seutuhnya

source : http://cdn.idntimes.com/

Mendengar istilah manusia, kita akan membicarakan tentang sebuah tatanan hidup dan tatanan sosial yang ada di muka bumi ini, satu-satunya tempat yang layak dihuni oleh salah satu makhluk Tuhan yang bernama manusia. Dan manusialah yang hanya diberikan oleh Tuhan sebuah privilege (keistimewaan) dan kelebihan khusus dibanding para makhluk-Nya yang lain. Serta menjadi ”juru kunci” dan penentu utama keberlangsungan makhluk hidup yang ada di bumi tercinta ini.

Continue reading →

Objektivitas Keilmuan Dalam Islam

Oleh : Luthfi Wildani

knowledge

source : http://thumbs.dreamstime.com/z/hand-magnifying-glass-over-knowledge-words-29854402.jpg

Ketika kita masuk di dalam dunia keilmuan atau dunia akademis, yang pertama harus kita lakukan adalah jangan pernah sekali-kali mencela sebuah disiplin ilmu, walaupun disiplin ilmu tersebut menurut kita tergolong dalam kategori “deviate (sesat)” dan tidak layak untuk dibaca. Karena dalam dunia akademis dan dunia ilmiah, tidak mengenal istilah “sesat” dalam sebuah disiplin ilmu jika memang mempunyai landasan epistemologis dan metodologis. Ilmu itu sendiri bersifat bebas nilai, dalam artian netral dari kepentingan apapun dan tidak memihak kepada siapapun.

Continue reading →

HMI Komsat Unindra Gelar Aksi Damai Di Depan Kampus

20151110162927

HMI Komsat Unindra PGRI menggelar aksi damai dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh pada hari ini (Red; Selasa, 10 November 2015) di depan kampus B.
dalam aksi tersebut beberapa kader HMI secara bergantian meyuarakan aspirasinya dengan seruan mengajak para mahasiswa merefleksikan nilai-nilai sejarah perjuangan para pahlawan untuk diadopsi sebagai penyemangat dalam menghadapi tantangan zaman saat ini baik tantangan internal maupun ekternal.

Ketua Umum HMI Komsat Unindra PGRI; Moch Suhaji dalam orasinya mengajak para mahasiswa untuk jangan sekali-kali melupakan sejarah karena menurutnya sejarah adalah pedoman dasar untuk terus maju dan berkembang ke arah lebih baik serta menghimbau mahasiswa untuk selalu respek terhadap kondisi bangsa saat ini. Sementara itu menurut Syahrul Rizal kondisi negara saat ini sangat memprihatinkan hal tersebut disebabkan oleh adanya sistem pendidikan terutama sistem kampus Unindra PGRI yang tidak memberikan ruang berdemokrasi bagi mahasiswanya, sehingga berdampak pada sikap apatisme mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa dan negara. Disamping itu, adanya pengekangan terhadap sikap demokrasi tersebut bisa dilihat dari sikap kampus yang tidak mewadahi kreatifitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi-potensinya meskipun sebelumnya para mahasiswa diwajibkan membayar iuran mahasiswa sebesar Rp. 5000 dan dalam waktu dekat akan dinaikkan menjadi Rp. 10.000 tutur Syahrul yang saat ini sedang menjabat sebagai kabid infokom HMI komsat Unindra dalam orasinya.

Lain halnya dengan Ahmad Hidayatullah, menurutnya untuk merefleksikan nilai-nilai yang diwariskan para pahlawan bangsa ini hendaklah para mahasiswa untuk masuk berorganisasi mengembangkan potensinya entah itu oraganisasi manapun karena meurutnya organisasilah tempat yang paling ideal untuk menimba nilai kepahlawanan seperti kepemimpinan, kerjasama, kepdulian terhadap kondisi sesama, dan lain sebagainya. Pria yang sedang menjabat sebagai Kabid PA HMI Komsat Uninrdra trsebut hampir sepakat dengan orasi sebelumnya dan menghrapkan mahasiswa untuk respek terhadap kondisi internal kampus sendiri lebih-lebih banyak sekali kejanggaan yang trjadi diseputatan kampus baik dalam penyediaan fasos n fasumnya, ujarnya di sela-sela orasi.

Dalam pantauan tim redaksi, aksi tersebut berjalan rapi dan damai meskipun sesekali bebebrapa mahasiswa bersenggolan dengan massa aksi yang tergabung dalam mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam. Setelah kumandang azan ashar tiba massa aksipun mengheningkan lagu Indonesia Raya dan hymne HmI kemudian membubarkan diri dengan tertib (Fz).

Jebakan Cinta “Pembudakan”

Oleh: Muhammad Muallimin

21135_794139090675848_7011105958944304246_n

Manusia memang harus seperti yang dikatakan oleh Karl Mark, “semua sama – setara dan penindasan adalah musuh nomer wahid yang harus diperangi umat manusia”. Meminjam teori kontrak sosial-nya John Locke, “pada awalnya manusia baik-baik saja sebelumnya adanya ikatan sosial yang melembaga. Namun ketika organisasi (negara) dibentuk, pengekangan dan aturan yang ketat membatasi kebebasan manusia itu sendiri.”

semua sama – setara dan penindasan adalah musuh nomer wahid yang harus diperangi umat manusia

Jelas suatu kebangsatan yang amat menjijikkan jika manusia yang pada hakikatnya bebas, malah memilih hidup secara terkekang. Keterkekangan yang dimaksud adalah berupa hilangnya kehendak memilih dan berkreasi karena suatu faktor yang “dianggap” sebagai hasil konsekuensi dari suatu ikatan. Sederhananya begini, banyak si mbok rela “sendiko-dawuh” pada Tuan-Nyonya kaya asal dia dikasih pekerjaan sebagai pembantu. Banyak mahasiswa tingkat akhir menjilat “bokong” dosen sekalipun demi bimbingan skripsinya lancar dan tidak dipersulit.

Continue reading →

Reaktulisasi Gerakan KOHATI (Ideologi dan Metodologi Gerakan)

Di era kekinian, peran perempuan tidak lagi dan tidak mungkin lagi dipandang sebelah mata. KOHATI sebagai bagian tak terpisahkan dari HMI dalam bergerak bersama dan berjuang mesti menyadari kenyataan ini dengan sepenuhnya, lantas bangkit mengambil peran yang lebih luas dan signifikan.

IMAN ILMU AMAL

Reaktulisasi Gerakan KOHATI

(Ideologi dan Metodologi Gerakan)[1]

Oleh: Wahyu Minarno[2]

Dua syarat utama bagi suksesnya perjuangan ialah: Keteguhan iman atau keyakinan kepada dasar, yaitu idealisme kuat, yang berarti harus memahami dasar perjuangan itu (ideologi), dan ketepatan penelaahan kepada medan perjuangan guna menetapkan langkah-langkah yang harus ditempuh, berupa program perjuangan atau kerja (metodologi).

Kegagalan dari sebuah perjuangan dapat dilihat dari dua hal, berhentinya perjuangan itu (stagnan, jumud) dan tidak adanya hasil dari perjuangan itu (absurd, sia-sia)

Niat yang baik, jika dalam pelaksanaannya tidak dengan metodologi yang bagus/tepat, maka hasilnya pasti tidak akan efektif.

Pendahuluan

KOHATI sebagai salah satu pilar HMI, memiliki fungsi dan peran khusus dalam menjalankan misi organisasi. Bukan berarti menegasikan aspek gender, kekhususan gerakan KOHATI memang lebih tepat sebagai fasilitator pembelajaran atau pendidikan (educations), penguatan dan pemberdayaan (empowering), serta pendampingan atau pembelaan (advokasi) terhadap masyarakat khususnya kaum perempuan. Advokasi sebenarnya hanya…

Lihat pos aslinya 1.472 kata lagi

Manusia, Indonesia, dan Islam

MANUSIA!! Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata tersebut. Yang terlintas pastilah tidak jauh-jauh dari soal akal, pikiran, kecerdasan serta rupa-rupa lain yang menjadi citra kesempurnaan dan kelengkapan sesuatu dibanding sekitarnya. Pemikiran yang tidak sepenuhnya salah, secara faktual kita manusia memang “penguasa” di wilayah yang bernama bumi ini. Secara kasat mata, kitalah satu-satunya yang mengalami update soal cara serta teknik dalam menjalani dan menghadapi kehidupan ini.  

Namun ada satu hal yang terkadang (atau sering) kita lupakan soal diri kita ini. Ali Syariati, cendekiawan Iran (syiah), mengilustrasikan manusia secara simbolik sebagai makhluk yang terjebak dalam tarik menarik antara dua kutub penciptaan: tanah liat yang kotor dan ruh Tuhan yang suci. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang terhuyung-huyung dengan kaki berpijak ke kubangan yang serba kotor sementara otaknya menyundul langit mencoba menggapai ruh maha suci.  

Continue reading →